Free image by Pixabay Aku masih menatap sosok itu dari balik pilar yang sama. Suara merdunya terdengar begitu klop dengan petikan gitarnya. Sungguh, dia seperti harmoni. Terlihat sederhana namun menyejukkan hati. Terlebih saat rona jingga membias di wajahnya, pesonanya tak kalah dengan dewa-dewa dalam mitologi Yunani. "Apa aku boleh duduk di sini?" Kuputuskan untuk menghampirinya. "Tentu. Ini tempat umum." " Ehm ... aku sering melihat kamu di sini. Mengumpulkan banyak pasien anak-anak, lalu mengajak mereka bernyanyi dan bermain alat musik. Apa kamu memang disewa rumah sakit ini untuk bermain musik?" Dia terkekeh. "Jadi kau sering memperhatikanku?" "Ya, aku cukup penasaran dengan apa yang kamu lakukan." Belum ada jawaban. Hanya helaan napas yang terdengar. Kuputuskan untuk melirik sosok itu lewat ekor mataku. Dia menatap lurus ke bangsal rawat anak. "Sebagian yang dirawat di sini adalah anak-anak den...
Just a place to write whatever I wanna share